Sabtu, 22 Oktober 2011

Opera Van Java, Ya'eeeeeeeee...!

Opera Van Java, Ya'eeeeeeeee...!



Slide Show
ABOUT THE AUTHOR




Opera Van Java (OVJ) adalah acara komedi situasi di sebuah televisi swasta Indonesia. Acara ini lagi booming dan menduduki rating teratas acara komedi televisi. Acaranya sendiri di dikonsep dengan model wayang orang serta dipandu oleh dalang beserta sinden dan satu grup gamelan yang mengiringinya. Suguhan fresh mengundang gelak tawa yang seru dan menghibur.
Cerita yang dibawakan tidak hanya legenda-legenda terkenal dari Nusantara tapi juga mitos atau cerita rakyat modern sampai cerita legenda dunia.
Opera Van Java (OVJ) bisa dibilang masuk ke jenis pertunjukan wayang orang, bedanya dikemas dengan balutan komedi. Para pemainnya, Parto yang nama lengkapnya Parto Sisiliano Kutukupret, bertindak sebagai Dalang. Dia ditemani dua sinden centil yakni Rina dan Dewi Gita. Sementara sebagai pemain ada Aziz Gagap, Sule, Andre Taulany, Nunung Srimulat, dan dua orang bintang tamu di setiap episodenya.
Uniknya dalam acara ini adalah setiap cerita yang akan dimainkan hanya diketahui Parto, sang dalang. Sedangkan para pemain yang bertindak sebagai wayang, harus menuruti semua perintah yang diucapkan dalang. kalau dalang bilang, “Jungkir balik,” maka si pemain harus mengikuti perkataan si dalang. Oleh karena itu, para pemain dituntut melakukan improvisasi adegan dan dialog dengan cepat, sehingga babak demi babak OVJ akan mengalir dengan sendirinya. Para pemain juga kerap diprotes dalang jika sudah melenceng dari naskah.
Jika sudah begitu, Parto pun akan ikut nimbrung (gabung-red) dipanggung dengan celotehan dan guyon yang memancing tawa. Meski niatnya marah, Parto beraksi dengan gaya yang tidak kalah nyeleneh dari pemain.
Namanya juga acara komedi, jalan cerita OVJ cenderung ngawur dan tidak jelas karena para pemainnya lebih sering asik dengan lawakan mereka sendiri. Para pemainnya juga sering melawan perintah dalang, misalnya ketika disuruh mati, jarang dari mereka yang mau langsung mati, biasanya muter-muter dulu ngelawak baru akhirnya mati. Tapi disinilah kekuatan dan nilai lebih dari Opera Van Java yang hadir sebagai sebuah tayangan komedi yang mampu menghibur dan punya ciri khas.

Yang beda di OVJ

Acara lawakan dengan menonjolkan perubahan setting lokasi atau latar belakang panggung seperti sudah biasa dilakukan pada acara lawak atau komedi lainnya. Bedanya di Opera Van Java, yaitu penggunaan property panggung berbahan Styrofoam yang siap dihancurkan
Misalnya melihat aksi Sule atau pemain lainnya yang menyuruh Aziz Gagap untuk menduduki kursi yang terbuat dari Styrofoam, yang pasti akan hancur berantakan. Property pentungan yang patah jika dipukulkan ke kepala. Gaya yang pernah ngetop di dunia lawakan zaman Charlie Chaplin ini berhasil diangkat VOJ
OVJ diselingi ’kekacauan-kekacauan’ yang menyimpang dari alur cerita membuat pemirsa menjadi tidak bosan. Jalan cerita dibuat seakan-akan sebuah ‘latihan’ bukan pertunjukan, menjadikan setiap pemain bebas untuk berimprovisasi dan melakukan ‘kesalahan’, sehingga penonton pun menjadi lebih santai. Inilah Indonesia…Opera Van Java Ya’eeee!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar